Showing posts with label semua anak adalah bintang. Show all posts

Suamiku adalah Bintang (Hari ke-3)

Hari ini mas pulang lebih awal dan tiba tepat adzan Isya berkumandang. Saya masih mengeloni Haura yang mulai menunjukkan tabiat khasnya begitu memasuki waktu tidur: gelisah, garuk-garuk kepala, dan menangis. Sambil menyusui saya meminta diambilkan segelas air pada mas yang sedang makan sambil menonton video. Melihat Haura yang rungsing, tanpa banyak keluhan mas langsung mengambilkan air dan meminumkannya padaku yang 'tersandera' Haura.
Tengah malamnya Haura terbangun karena diciumi mas, ternyata popoknya penuh. 
"Mas, tolong dong.. Kasian Haura nanti merah-merah." Ucapku lelah. Akhir-akhir ini memang Haura tidak pernah mau lepas dariku, sepanjang malam pun ia harus menete. Ditambah kondisi shaum, ternyata lumayan berpengaruh terhadap kondisi tubuhku, rasanya mudah haus, pusing, lemah dan nyeri perut. Alhamdulillah mas amat pengertian dan dengan santai membawa Haura ke toilet untuk mengganti popoknya.
Setelah dipikir-pikir, salah satu kelebihan mas Fikar yaitu suka menolong,
bahkan tak jarang ketika ibu meminta bantuan anak-anaknya, mas yang maju duluan menawarkan bantuan. 

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdaBintang

Semua Anak Adalah Bintang (Hari Ke-2)


Hari ini Hari Minggu. Hari terakhir belajar kursus bahasa Arab, pekan depan kami sudah ujian. Seperti biasanya kami harus berangkat pagi-pagi. Mungkin karena kali ini Bulan Ramadhan sehingga waktu pagi terasa lebih panjang, saya sempat tidur-tiduran dulu setelah menyusui Haura. Saya buka video Elly Rizman mengenai pentingnya ayah turut peran serta dalam pengasuhan anak, dampaknya segala rupa, bukan hanya sibuk bekerja. Sengaja saya besarkan volumenya supaya kedengaran mas, tapi mas hilir mudik masuk keluar kamar. Oya, semalam setelah pulang dari rumah mertua saya lanjutkan ngambek karena mas tidak juga sadar kesalahannya (entah kenapa saya ini bocah sekali ya Allah -__-) Tiba-tiba ia mendekat sambil mengajak membahas beli kulkas baru, (kami tinggal di rumah orangtua saya sejak menjelang melahirkan, kulkas saya sebelumnya dipakai ibu mertua, dan setelah lebaran in shaa Allah kami akan pindah ke rumah sendiri). Biasanya tema beli perabotan rumah seperti ini kesukaan saya, tapi karena sedang memasang mode ngambek, maka saya cuek saja, 'Nanti sajalah bahas itu.'
Mas: 'Loh kita kan bentar lagi pindah..'
(dalam hati, 'biasanya yang nanti nanti itu mas. aku tau mas pengen aku berhenti ngambek kan. halah.')
Saya: 'Dengar nih, dengarkan video ini.'
Mas: "Aku dengar ko daritadi.. siapa sih itu yang ngomong?'
Saya: "psikolog senior. dia sering menangani pasien-pasien anak yang kecanduan segala rupa.'
kami bicara banyak sampai saya utarakan rasa sebal saya sejak kemarin. Ia pada akhirnya diam dan memeluk saya.
Mas: "Maafin aku ya.."
mas juga mulai menciumi kening Haura yang sedang tidur, ('awas bangun!' Ujar saya.)
Salah satu kelebihan mas adalah mudah meminta maaf, ia tak segan berkali kali membujuk saya yang merajuk supaya berhenti ngambek. Walaupun  kadangkala ia tidak tau salahnya apa, jadi saya seringkali hanya mau berbaikan setelah meminta penjelasan, 'apa coba salah mas?'
Alhamdulillah sifat ini amat patut disyukuri, karena ampuh untuk menghadapi saya yang mudah ngambek.

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Semuaanakadalahbintang\

Semua Anak Adalah Bintang (Hari ke-1)

Tantangan kali ini adalah menemukan, mengamati dan mengobservasi 1 saja kelebihan anak atau suami tiap harinya, baik itu softskill ataupun hardskill. Nah karena saya masih kesulitan memilah milih kelebihan pada Haura (Rasanya semua tingkah laku Haura tak bercela haha pilihannya hanya kelebihan, dan hal yang ia sedang belajar untuk dikuasai, kan bingung?) Jadilah saya memilih mas Fikar sebagai objek kali ini.
 Hari ke-1 adalah Sabtu. Saya masih belum shaum karena haid, tapi pagi-pagi saya harus mengisi kajian ke rumah salah satu peserta kajian karena yang bersangkutan kesulitan keluar rumah akibat sedang hamil muda (mabok). Pagi itu saya agak kesal pada mas karena suatu hal, di pikiran saya terpikir macam-macam rencana bandel seperti ingin bawa kabur Haura main ke mall untuk moodbooster sepulang kajian, bukannya pulang.. tapi karena mas berkali kali menanyakan kapan selesai mau dijemput dsj  (ini akan saya bahas untuk kelebihan hari ke-2 dan ke-3)jadilah saya balas, dan saya pun balik ke rencana semula : pulang, belanja sebagai bawaan ke rumah mertua. Sekitar jam 4 mas pergi ngaji, sambil hujan-hujanan. Menjelang adzan magrib kami sudah bersiap-siap berbuka shaum di rumah mertua (tepatnya saya dan Haura hanya memeriahkan hehe) tiba-tiba mas datang membawa keresek berisi makanan untuk ta'jil, seperti bubur sumsum, kwetiau dan mie glosor. Padahal sebelumnya kami juga sudah membawa bahan makanan yang sebagiannya sudah dihidangkan. Kelebihan mas kali ini saya pikir beberapa jenak apakah sudah ada sejak dulu ataukah setelah menikah selama 1.5tahun dan bergaul dengan keluarga saya, karena gayanya lebih mirip ibu saya : Royal terhadap keluarga dalam hal ini makanan. Mas tidak banyak perhitungan dalam memberi kepada keluarga, meskipun adakalanya kami berbeda pendapat mengenai mana yang prioritas, mana yang kebutuhan dan mana yang sekunder bahkan tersier untuk dibeli. Saya bersyukur atas sikap mas ini, karena di luar sana banyak suami yang pelit pada keluarga sementara di tempat kerja bersikap royal pada orang lain. Alhamdulillah, masya Allah, tabarokallah.


#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Semuaanakadalahbintang